Jakarta, 8 Maret 2026 – Tim Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan berhasil menggerebek jaringan agen togel Macau online di sebuah apartemen mewah kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu dini hari (7 Maret 2026). Operasi ini menangkap 7 orang, termasuk bandar utama berinisial AR (35 tahun) dan 6 orang admin/promotor yang aktif memasarkan pasaran togel Macau melalui grup Telegram dan WhatsApp.
Menurut Kapolres Metro Jaksel Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, jaringan ini beroperasi sejak akhir 2025 dengan modus menawarkan “live draw Macau” real-time, data keluaran 2026 lengkap, dan klaim “pasti bayar” hingga ratusan juta per hari. Total kerugian korban diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar dari ratusan pemain di Jabodetabek, Jawa Tengah, dan Sumatera. Barang bukti yang diamankan meliputi 12 ponsel pintar, 5 laptop, rekening bank puluhan juta, serta bukti transfer digital senilai miliaran rupiah.
“Modus mereka memanfaatkan popularitas toto Macau 4D/5D yang diundi 6 kali sehari. Mereka janjikan diskon, bonus deposit, dan WD cepat tanpa potongan, tapi banyak korban mengeluh sulit cairkan kemenangan besar,” ujar Ade Ary dalam konferensi pers.
Salah satu korban, warga Kampong Thom yang sedang bekerja di Jakarta (inisial S, 28 tahun), melaporkan kehilangan Rp45 juta setelah mengejar “angka pasti” dari agen tersebut. Ia mengaku tergiur iklan di media sosial yang menampilkan “result Macau pools terpercaya 2026” dan testimoni pemenang.
Kasus ini terkait dengan tren peningkatan perjudian online pasca-Ramadan 1447 H, di mana polisi mencatat lonjakan laporan penipuan terkait togel Macau. Polri mengingatkan bahwa segala bentuk perjudian dilarang UU No. 7 Tahun 1974 jo UU ITE, dengan ancaman pidana hingga 10 tahun penjara dan denda miliaran rupiah.
Peringatan Polisi:
- Hindari situs/agen togel Macau yang menjanjikan kemenangan pasti atau WD tanpa syarat.
- Laporkan kejahatan siber melalui patrolisiber.id atau call center 110.
- Cek keabsahan situs judi melalui situs resmi Kominfo atau OJK.
Saat ini, para tersangka ditahan di Rutan Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lanjutan, termasuk tracing aliran dana ke luar negeri. Penyidikan masih berlanjut untuk mengungkap jaringan lebih besar yang diduga terkait server di luar negeri.
Warga Kampong Thom atau sekitarnya yang merasa menjadi korban diimbau segera melapor ke polisi setempat atau melalui aplikasi Patroli Siaga untuk bantuan hukum.
