Jakarta/Bangkok, 9 Maret 2026 – Talon Esports (TALON) mengumumkan penutupan divisi Valorant internasional mereka secara resmi hari ini, menyusul pemutusan kemitraan dengan Riot Games di Valorant Champions Tour (VCT) Pacific sejak November 2025. Keputusan ini diambil karena masalah keuangan berkepanjangan, termasuk keterlambatan pembayaran gaji pemain dan staf yang menjadi alasan utama Riot mencabut partnership.
Dalam pernyataan resmi di situs talon.gg dan Instagram @talon_esports, manajemen menyatakan: “Kami menyesal harus mengakhiri perjalanan di Valorant level global. Namun, kami tetap berkomitmen kuat di pasar Asia Tenggara, khususnya divisi PUBG Mobile dan Honor of Kings (HoK) yang berbasis di Indonesia. Talon ID akan terus berjuang di PMSL SEA dan turnamen lokal lainnya.”
Riwayat Singkat Kontroversi Talon Valorant Talon sempat menjadi salah satu tim partner VCT Pacific sejak 2022, dengan roster Thailand yang kuat seperti Crws, Killua, thyy, JitBoyS, dan primmie. Mereka mencapai performa solid di Pacific Stage 2 2024 dan bahkan lolos ke Valorant Champions 2024, tapi gagal di babak grup. Setelah PSG Talon (Rainbow Six) juga berpisah, rumor finansial semakin kencang hingga Riot akhirnya mengeluarkan tim dari liga pada 18 November 2025. Riot kemudian membuka proses aplikasi tim pengganti, dan hingga kini belum ada pengumuman resmi penerus Talon.
Fokus Baru: Talon ID di PUBG Mobile dan HoK Divisi Indonesia Talon (@talonesports_id) tetap aktif dan bahkan sempat mewakili Indonesia di PMSL SEA 2024. Saat ini, tim PUBG Mobile Talon ID sedang mempersiapkan PMSL SEA Summer 2026, sementara tim HoK Talon ID baru saja finis di peringkat menengah di Indonesia Kings Laga Fall 2025. Organisasi berbasis Hong Kong ini juga punya tim Dota 2 SEA yang masih kompetitif di turnamen regional.
Penggemar di Indonesia dan Thailand bereaksi campur aduk di media sosial. Banyak yang kecewa karena Talon dulu jadi kebanggaan APAC dengan roster Thailand yang solid, tapi ada pula yang mendukung fokus ke game mobile populer di Indonesia seperti PUBG Mobile dan Honor of Kings.
Proyeksi Masa Depan Analis esports memprediksi Talon akan bertahan sebagai organisasi regional dengan fokus SEA, terutama Indonesia dan Thailand. Namun, tanpa slot VCT, sulit bagi mereka merekrut talenta top Valorant lagi. Talon juga punya divisi lain seperti League of Legends (PSG Talon sebelumnya) dan Rainbow Six, tapi statusnya belum jelas pasca-kontroversi 2025.
Talon Esports Resmi Tutup Divisi Valorant Internasional, Fokus ke PUBG Mobile dan HoK Indonesia – Fans Kecewa
